
kangen ne gue nulis di blog lagi.
meskipun masih ngacapruk.
gajebo. . . . .
tapi gue seneng bisa ngacaprukan ato pun gajeboan di sini, dirumah gue, , , , , ,
gue, , , , ,
gue, , , , ,
gue, , , , , ,
Merangkai cerita di dalam mimpi



Sahabat adalah sekelompok orang yang telah sepakat untuk menjalin suatu hubungan yang mengutamakan kebersamaan. Jika sahabat itu di arti kan sebagai sesuatu berarti sahabat hanyalah sebatas pemaknaan atau pengartian saja?
Waaaaaaaaaahhhhhh. . . . . . . . . . . . . .
selalu kuhindari, dengan mengundur-undur waktu pulang ketika aku sedang berada di kampus. Kampus merupakan tempat terbaik untukku, untuk merasa benar-benar "bebas"
Waktu pun berlalu dengan cepat, dan semakin menjauhkan aku dengan bagian yang ku sebut-sebut keluarga. perlahan namun pasti aku mulai merindukan bagian dari keluargaku, tapi aku sudah merasa begitu asing di bagian itu. . . .. dan tak berani kembali lagi menjadi aku yang dulu di kenal oleh keluargaku karena aku telah terlanjur menjadi bagian asing di dalam keluarga ku.
I'm so sorry dad, mom. . . . -_-


Bodohnya saya yang Overpede tanpa memastikan terlebih dahulu, apakah nomer itu bener-bener nomernya atau bukan. . . .? maka, terjadilah tragedi yang memalukan itu malam ini!! 16 Agoestoes 2009, hanya karena kata-kata ”ehm”.
Awalnya saya sangat yakin bahwa nomer yang ia pakai untuk menelpon saya beberapa kali itu adalah nomernya, maka siang ini saya dengan sangat Jayus berniat untuk meledeknya dengan mengirim sms yang hanya berisi kata-kata ”ehm”. Sebenarnya saya sudah sangat tidak sabar menunggu respon darinya, namun sekian lama saya menunggu dia belum juga membalas sms saya.
Sampai akhirnya matahari pun beranjak dari peraduannya dan siang pun berganti malam. Kira-kira jam 7.30 wib barulah sms tersebut terkirim, lalu tiba-tiba hape saya berdering dan terteralah namanya di layar hape kesayangan saya. Saya pun tersenyum dan tidak sabar untuk segera mengangkat telpon. Setelah saya mengucapkan salam, ternyata yang menyahut dari seberang sana adalah suara seorang perempuan. Hah!!!!. . . . . hati saya langsung tidak menentu dan berdetak cukup kencang. Saya pun mulai menerka-nerka siapakah perempuan ini dan apa hubungannya dengan langitku? Sambil tergagap saya menjawab pertanyaan perempuan ini!! ”Maaf ini nomer siapa? Tanya perempuan itu”.”ha??” Saya masih bingung di tanya seperti itu. Lalu saya langsung menjawab sekenanya ”eng. . . eng. . . saya kira ini nomer temen saya...”. ”oh berarti salah sambung ya? sela perempuan itu dan langsung mematikan hapenya”.
Setelah beberapa saat hape saya mati, saya masih di buat bingung dan rasa penasaran saya semakin menjadi-jadi. Pokoknya saya harus mencari tahu siapa perempuan ini dan apa hubungannya dengan langitku? Meskipun akan pahit kenyataan yang harus saya terima nantinya, saya tidak peduli. Toh saya sudah biasa seperti ini bukan? Dengan menarik napas panjang saya mencari nomer yang saya akui adalah nomer Ame dan memencet tombol call. Lamaaaaa. . . . sekali saya menunggu belum ada yang mengangkat telpon.. Akhirnya seseorang menyahut dari seberang sana.
Halo.....
”Ha?? Kok suara seorang pria? Tanyaku dalam hati”. Kemudian saya memberanikan diri berbicara dengan pria itu dan meminta izin untuk berbicara dengan perempuan yang tadi. Pria itu menanyakan nama saya, yang kemudian saya pun menyebutkan nama saya dengan berharap dapat membantu saya untuk segera berbicara dengan perempuan yang tadi. Setelah saya yakin perempuan tadi telah bersedia berbicara dengan saya, saya pun mulai mencari tau dengan menanyakan namanya terlebih dahulu, kemudian saya menanyakan apakah ia sedang berkuliah dan di mana tepatnya, dan terakhir saya melontarkan pertanyaan pamungkas yaitu apakah ia mempunyai saudara yang sedang berkuliah di Universitas tempat di mana saya berkuliah?Dan jawaban terakhir perempuan ini memberikan kejelasan bagi saya, yaitu perempuan ini bernama Nina, dan ia sedang berkuliah di bidang kebidanan, terakhir memang di akui olehnya bahwa ia mempunyai saudara yang sedang berkuliah di Universitas yang saya sebutkan tadi. Saya pum langsung menyebutkan nama asli Ame dan mbak Nina ini langsung mengiyakan. Arrrggghhhh. .!!!!
Ternyata!!!!!!..................
Kemudian tanpa basa –basi saya meminta izin kepada mbak ini untuk dapat berbicara dengan Ame, dan mbak ini pun mengizinkan. . . tiba-tiba seorang pria berbicara di ujung sana, saya pikir Ame maka saya pun langsung mengajaknya berbicara dan menumpahkan semuuuuuaaaaaaaaa kekesalan saya. . . . namun setelah puasssss kesel-keselan gak karuan, ternyata pria ini bukan Ame. .. . . . .huhuhuhuhu ~o~
Lalu terakhir barulah saya benar-benar dapat berbicara dengan Ame. . .. . . Humph..... Akhirnya!!!!! Kemudian Ame menjelaskan kepada saya mengenai nomer yang membuat saya malam ini maluuuu abisss. Ternyata nomer tersebut adalah nomer kakaknya, dan Ame pun meminta maaf atas nama kakaknya karena telah mengerjai saya, menyebalkannnn!!!!!!!!!!!!!!! Saya pun mengancam akan membalas kepada Ame, ternyata kakaknya mendengar dan memohon agar saya tidak membalas kepada adiknya. . . . hahahahah padahal saya hanya speak-speak aja.
Tau tidak ketika saya tengah berbicara dengan Ame saya benar-benar blank dan tidak tau apa yag harus saya bicarakan, dan pembicaraan pu hanya hah, iya, he’eh, dan nanya ini-itu yang gak penting banget. Dan akhir dari semuanya hape saya tiba-tiba mati, yaa memang pada awalnya saya sudah wanti-wanti padanya bahwa saya menelpon menggunakan bonus. Meskipun semuanya terkesan memalukan tapi saya senang bisa mendengar suara Ame. Hhhh!!! Ame, ternyata sekarang kamu jauh lebih baik, bersama dengan orang-orang yang kamu sayangi. Aku lega mendengar tawamu dan melihat senyummu..... What a night???
the allisone Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template
